Skip to main content

[REVIEW] Silent Voice (2016)

via : wikipedia
Animasi Jepang memang banyak yang bikin baper. Setelah Your Name, dan masih mengambil setting remaja SMA, Silent Voice kembali membuat penonton terenyuh dengan ceritanya.

Shouko Nishimiya adalah murid SD baru dan seorang tuna rungu. Di sekolahnya, dia ditidas oleh Shouya Ishida hingga karena suatu kejadian, Shouko harus pindah sekolah. Setelah kejadian itu, semua murid menyalahkan Shouya dan semua hal yang pernah dia lakukan berbalik kepadanya. Setelah SMA, Shouya menjadi penyendiri dan kesepian. Setelah bertemu kembali dengan Shouko, Shouya mulai memperbaiki hubungannya dengan orang sekitar dan menebus rasa bersalahnya kepada Shouko

Kyoto Animation sebagai rumah produksi film ini menyuguhkan artwork uang indah dan cerita yang bagus. Animasi film ini mengingatkan kepada TV series K-ON. Pendalaman karakter di sini cukup dalam sehingga kita bisa merasakan cerita ini lebih dalam termasuk para karakter pendukungnya. Shouko merupakan tipikal wanita lembut yang akan membuat kita terus simpatik namun untuk Shouya, kita akan merasa kesal sekaligus kasihan dengan semua yang dia alami.

Dialog film ini sangat simpel tanpa banyak cringe words. Karena setting film ini SMA, tidak ada konfilk berlebihan kecuali masalah pribadi dari para karakter. Film ini saingan dari Your Name dari genre dan animasi. Saya suka keduanya karena tidak hanya mengandalkan animasi, namun juga keistimewaan cerita

My Rating
95%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] The Departed

Mungkin film ini adalah satu-satunya film Hollywood adaptasi yang terbaik dan tersukses. Film ini memenangkan penghargaan Oscar sebagai Best Picture dan juga mendapatkan banyak nominasi di ajang perfilman. The Departed diangkat dari film Hongkong berjudul Internal Affair yang diperankan oleh Andy Lau
Synopsis : Colin Sullivan (Matt Damon) anak buah hasil didikan mafia Boston yang paling ditakuti, Frank Costello (Jack Nicholson). Colin dengan sukses masuk ke lingkungan polisi berkat history nya yang bersih serta kemampuannya. Di sini lain, William "Billy" Costigan, Jr (Leonardo Dicaprio) yang benar-benar berniat ingin menjadi polisi mengalami kesulitan saat ingin menjadi polisi karena history keluarganya yang jelek. Hal ini dimanfaatkan oleh Queenan (Martin Sheen) dan Dignam (Mark Wahlberg) untuk menyusup ke lingkungan mafia. William awalnya berhasil menyusup dengan lancer begitu juga dengan Colin. Karirnya yang terus berkembang menjadikannya orang kepercayaan di kepolisian. H…

[REVIEW] Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby (2006)

I know mungkin saya terlalu bias dengan film Will Ferrell. But seriously, I enjoy his films.
Sinopsis : Ricky Bobby (Will Ferrell) pembalap NASCAR yang memiliki prestasi yang luar biasa, memiliki istri yang cantik, sahabat yang setia dan fans yang banyak. Namun semua itu berubah ketika dia dikalahkan oleh Jean Girard (Sacha Baron Cohen) dan kecelakaan menimpanya. Ricky harus berjuang mengatasi traumanya terhadap dunia balap dibantu ayahnya yang selama ini absen dalam kehidupan Ricky.
Will Ferrell mengawali karirnya sebagai cast Saturday Night Live. Bahkan dia menjadi ikon di acara itu. Tidak heran karya-karyanya saat ini kebanyakan bertema comedy. Will Ferrell sering membuat sebuah character yang lucu dan mempunya ciri khas tersendiri sehingga melekat di hati para penonton. Contohnya Ron urgundy di Anchorman. Ricky Bobby tidak sesukses Ron Burgundy, namun dia cukup menarik perhatian penonton.
Alur cerita dari film ini tidak ada yang special. Hal yang ditonjolkan dari film ini adalah c…

[REVIEW] Basic Instinct (1992)

Genre film ini adalah Erotic-Thriller. Jika dalam bahasa Indonesia, thriller erotis dan lebih terdengar sebagai genre film horor semi porno yang dibintangi para penyanyi dangdut bertubuh bohay.
Mungkin di Amerika sendiri, genre ini termasuk tabu karena kebanyakan plot genre ini terbilang payah dan mungkin para penonton hanya mencari adegan erotis saja.
Bisa dibilang Basic Instinct adalah film yang bisa dibilang lumayan beradab untuk ditonton.

Plot dan jalan ceritanya cukup seru, menegangkan dengan plot twist di ending sekalipun yah, adegan sex nya tidak pada tempatnya. Walaupun review dari para kritikus tidak begitu baik, film ini sangat sukses di box office. Film ini mendapat cacian dari kelompok LGBT masa itu karena penggambaran karakter Lesbian yang berlebihan. Menurut saya, tuduhan ini tidak masuk akal. Mungkin kelompok itu belum lihat bagaimana film Indonesia menceritakan karakter LGBT dengan lebay dan menjijikan.

Performa Sharon Stone sama iconic apalagi scene interview yang m…