Sunday, January 15, 2017

[REVIEW] Two Weeks Notice (2002)

Two weeks notice ver2.jpg
via : wikipedia

Sekitar tahun 2000-an, masa komedi romantsi sedang berjaya. Kita memiliki Hugh Grant, ikon Rom-Com dari Inggris lengkap dengan charm dan aksen seksinya. KIta juga memiliki Sandra Bullock yang selalu menjadi lead actress untuk rom-com dan sepertinya sepanjang era 2000-an (sebelum menjadi Oscar Darling), dia marathon bermain di rom-com.

Lalu bagaimana jika kedua ikon ini disatukan dalam sebuah film ? Secara mengejutkan menjadi manis, seru tapi tetap saja tidak ada hal istimewa
Humor dan drama di sini menjadi tipikal rom-com. Yah kalian tahu lah gimana sih rom-com era 2000-an. Kekuatan film ini bukan pada ceritanya, tapi pada chemistry dan kekuatan akting mereka berdua. Hugh Grant tetap memerankan typical playboy yang bikin cewe gregetan dan Sandra Bullock memerankan heroine yang menaklukan Hugh Grant sang playboy. Bersiaplah, ke depannya akan banyaaakk sekali film tipikal beginian.

Tapi bagaimana pun, namanya juga rom-com, memiliki filosofi jangan terlalu serius dan film ini cocok ditonton untuk bersantai, dan tidak ingin menonton film berat yang diadu di ajang oscar

My Rating
60%

Saturday, January 14, 2017

[REVIEW] Nocturnal Animals (2016)

Nocturnal Animals Poster.jpg
via :wikipedia

Apa yang ada di pikiran anda jika mendengar nama Tom Ford ? Designer ? Yep. Selain bidang fashion, dia juga menguasai bidang film. Pada tahun 2009, dia juga berhasil membuat film A Single Man yang dibintangi oleh Colln Firth dan Julianne Moore. FIlm itu juga membuktikan bahwa Tom Ford dapat membuat film keren sekaligus fashionable
Tahun 2016, dia kembali dengan genre Neo-Noir/Drama dan dibintangi jajaran cast yang sudah sangat familiar.

Film ini bercerita Susan (Amy Adams) yang menerima novel buatan mantan suaminya (Edward) secara mendadak. Isi novel itu mengingatkan Susan atas masa-masa kelam yang pernah mereka lewati. Susan bahkan merasa novel ini adalah bentuk balas denda mantan suaminya.

Setting cerita ini ada dua. Di dunia nyata dan di dalam novel. Jake Gyllenhall bermain sebagai 2 karakter berbeda sekaligus. Sebagai mantan suami Susan dan juga Tony, tokoh di dalam novel yang dibuatnya. Perannya sebagai 2 karakter yang memiliki kepribadian yang berbeda sangat hebat. Aaron Taylor Johnson telah memenangkan Golden Globe untuk kategori best supporting actor atas perannya sebagai pembunuh dan pemerkosa yang psikopat. Harus diakui dia sangat hebat bisa menonjol di antara para cast yang lebih senior dari dia.

Cerita film ini sangat dark, kompleks, suram dan juga memiliki unsur mellow drama. Hal itu juga ditunjang dengan setting yang terkesan sepi dan gelap. Mulai dari dekor rumah Susan yang  di dominasi warna gelap dan setting Texas Barat yang sepi dan berbahaya.
Film ini memiliki pace yang sedikit lambat dan mungkin kurang cocok ditonton untuk anda yang kelalahn karena kemungkinan besar tertidur di awal film

My Rating
70%

Sunday, January 8, 2017

[REVIEW] The Handmaiden (2016)


The Handmaiden film.png
via : wikipedia

*Inhales* *Exhales*
Baik saya sudah tenang, film asal Korea Selatan (yang juga asal SNSD) ini membuat saya mindblowing dan mungkin menjadi salah satu film tahun 2016 terbaik saya tonton. Film ini terlalu bagus untuk dicela, hmm kecuali posternya yang serba minimalis

Pertama, saya akan membahas dari segi cerita. Diangkat dari novel British, Fingersmith, film ini berhasil lepas dari bayang-bayang TV series terdahulunya. Anggap saja film ini memiliki cerita sendiri dan disajikan dengan cara baru. Film ini memiliki durasi 2.5 jam namun tidak akan membuat kita bosan atau mengantuk. Justru kita akan semakin tegang dengan dialog-dialog penuh makna (dan erotis) serta pengembangan karakter para tokoh film ini. Oh ya film ini memiliki tema Lesbian yang cukup unik karena memiliki setting di tahun 1930an. Film ini juga memiliki plot twist yang mindblowing

Kedua Cinematografi. Sutradara Park Chan-Wook menonjolkan ciri khasnya yaitu cinematografi yang indah sekaligus creepy. Suasana film ini sangat suram sehingga menunjang suasana thriller film ini. Ciri khas sutradara Old Boy ini juga, banyak adegan disturbing dan tentunya latar cerita karakter yang memiliki keluarga abnormal. Tentu saja ada adegan yang bikin kita ngilu

Ketiga akting. Astaga... mereka benar-benar totalitas dalam film ini bahkan untuk adegan lesbian sex akan membuat kita ternganga. Saya tidak menyangka Korea Selatan cukup berani juga menyajikannya secara frontal. Tidak hanya adegan sex, akting para pemain yang creepy dan seolah penuh rahasia juga patut diacungi jempol

Film ini minim dengan sound effect apalagi lagu sehingga kita akan konsen 100% di jalan cerita film ini

My Rating
100%

Sunday, January 1, 2017

[REVIEW] The Girl on The Train (2016)

The Girl on The Train.jpg
via : wikipedia

Diangkat dari novel best-seller, tentunya banyak orang berkekspektasi tinggi terhadap film ini. apalagi novelnya disebut sebagai Gone Girl kedua. Tapi apakah The Girl in The Train versi film akan booming seperti Gone Girl ?

Pertama, mari kita singkirkan ekspektasi dari para pembaca novelnya dan melihat film ini sebagai sesuatu yang terpisah. Premis film ini sangat menjanjikan. Misteri thriller yang dilihat dari sudut pandang seorang alkoholik. Film ini juga didukung oleh para pemain yang skill nya tidak diragukan, ada Emily Blunt, Luke Evans,Justin Theorux, dll. Namun kekurangan dari film ini adalah, durasinya yang singkat sehingga banyak adegan terasa terburu-buru dan dipaksakan selesai. Banyak sekali plothole dalam film ini. Dibandingkan film Gone Girl berdurasi 2.5 jam, film ini hanya 112 menit. Pendalaman karakter di sini juga sangat kurang. Hanya diceritakan singkat dengan flashback

Baiklah, mengenai novelnya, memang tidak semua adegan di dalam novel bisa dimasukkan ke dalam film NAMUN adegan yang sangat penting dan menjadi ujung tombak film ini justru dipotong.
[SPOILER] di novel diceritakan bahwa anak yang dikandung Megan bukan anak suaminya atau anak psikiaternya. Keterangan itu berdasarkan tes DNA mayatnya. di film, adegan itu dihilangkan semua.

Kebalikannya, terdapat adegan yang tidak ada di novel namun justru ditambahkan ke film. Hal yang salah besar dari film ini adalah mengubah setting di novel yang awalnya di London menjadi di New York dan jika di Novel, karakter selain Rachel yang pemabuk (sudah jelas) juga digali secara mendalam

Dibalik semua kekurangannya, film ini juga mengemban tekanan dari para pembaca novelnya (termasuk saya). Tapi mungkin jika anda tidak pernah membaca novelnya, film ini akan terasa lumayan bagus

My Rating
45%

Saturday, December 24, 2016

[REVIEW] Your Name (2016)

Your Name poster.png
via : wikipedia

Baiklah, mari membahas anime fenomenal ini. Setelah saya menonton Rogue One, saya tertarik dengan anime yang menggemparkan dunia maya ini. Dari poster mungkin hanya terlihat seperti anime drama pada biasanya. Namun setelah ditonton MINDBLOWING

Di bagian awal kita akan tertawa terbahak-bahak dengan kelucuan khas anime, lalu pertengahan kita akan sedikit tegang seperti menonton film thriller dan di bagian akhir, kita akan hanyut dengan ending yang sweet dan mengharukan

Inti cerita film ini adalah jiwa di dalam tubuh seorang siswi di SMA di Jepang di daerah terpencil tertukar dengan jiwa seorang siswa SMA di Tokyo. Agar kehidupan mereka tetap berjalan seperti biasa, mereka terbiasa meninggalkan diary di handphone masing-masing. Namun apa yang terjadi dengan tubuh mereka memiliki rahasia tersendiri

Mungkin cerita jiwa yang tertukar sudah sering diangkat menjadi entah film atau series di berbagai belahan negara. Namun film ini mampu mengangkat cerita menjadi menyenangkan, seru sekaligus mengharukan. Oh ya, cerita ini memiliki alur yang tidak biasa. Banyak pecahan-pecahan adegan yang di akhir cerita akan menyatu dan sekalilagi BOOM Mindblowing ! Nonton film ini layaknya mengerjakan puzzle. Menyusunnya secara acak satu per satu.

Untuk animasi, Jepang tidak usah dipertanyakan. DIa memiliki style tersendiri walaupun bukan animasi 3D seperti hollywood, tapi cinematografi dan landscape di film ini sangat indah dan terasa sangat real

Jika suka komedi ? Nonton film Ini
Suka romance ? Nonton film ini
Suka yang seru ? Nonton film ini
Suka Misteri ? Nonton film ini
Suka yang sweet ? Nonton juga film ini

*NB : FIlm ini bahkan lebih bagus dari Star Wars


My rating
99%

Sunday, December 11, 2016

[REVIEW] Moana (2016)


Moana Teaser Poster.jpg
via : wikipedia

Sepertinya sudah menjadi ritual Disney kalau setiap akhir tahun, mereka akan merilis film yang sangat bagus, tidak hanya untuk anak-anak namun juga untuk orang dewasa. Contohnya Frozen, Big Hero 6 dan sekarang Moana.

Disney selalu mengeksplor berbagai macam kultur dan mulai menampilkan princess disney yang bukan white female. Sebenarnya Princess yang bukan berasal dari kulit putih sudah dikenal sejak dulu dari jaman Mulan, Princess Jasmine, Pochahontas, namuan seiring berjalannya waktu dan pengenalan diversity sejak dini untuk anak-anak, mulai dikenalkan Princess Tiana dan sekarang Moana. Tidak hanya diversity, Disney juga mulai mengajarkan kepada anak kecil terutama perempuan bahwa menjadi Princess tidak selalu membutuhkan pangeran. Mulan dan Pochahontas mungkin sudah terlalu lama untuk ditonton ulang dan mulai diperkenalkan Elsa, Merida dan sekali lagi Moana

Moana lebih dari sempurna. Bahkan 15 menit pertama saja sudah bisa menilai kalau film ini akan sangat luar biasa. Mulai dari cerita mengenai kemandirian, lagu-lagu yang easy listening dan The Rock yang menyumbangkan suara menjadi Maui. Dwayne Johnson juga bernyanyi untuk film ini dan surprisingly, dia memiliki suara yang bagus.

Khas Disney, pasti mereka akan memiliki maskot yang cute seperti Olaf. Kali ini saya sangat jatuh cinta dengan babi imut bernama Pau. sekali lagi, ciri khas Disney juga, terdapat beberapa adegan mengharukan dan berhubungan dengan keluarga.
Dengan munculnya Moana, saya jadi bingung mana best animation di 2016. Sama-sama menyodorkan cerita yang unik dan karakter wanita yang kuat. Moana memiliki cerita yang sedikit lebih serius daripada Zootopia namun tetap membuat kita senang saat menontonnya.

My Rating
98%