Saturday, February 11, 2017

[REVIEW] Lego Batman Movie (2016)

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/61/The_Lego_Batman_Movie_PromotionalPoster.jpg
via : wikipedia

Everything is awesome... Everything is cool when you're part of the team...




Jika mendengar kata lego, selain mainan yang harganya menjulang, tentu saja lagu itu yang menjadi OST Lego Movie tahun 2014 silam. Karakter Batman yang dark, serius namun konyol dan aneh dibuat spin-off sendiri. Mungkin terkesan 'cari duit' banget kalau sebuah karakter dibuat film solo (sorry Minion) tapi siapa sangka kalau film ini lucu dan begonya hampir menyamakan Lego Movie.

Datang dari detik pertama film ini karena openingnya pun tidak luput dari komentar-komentar Batman ala suara seraknya. Jokes-jokes di film ini dipenuhi spoof dari film-film Batman lainnya. Seperti kata Alfred, dari film 1989, 1992, 1995, 1997, 2005, 2008, 2012, 2016 dan teraneh di tahun 1960. Semua film itu serasa disatukan dan dijadikan jokes. Banyak easter egg dari film-film itu seperti semprotan hiu di serial 1960an, adegan-adegan iconic di film-film sebelumnya, lalu dialog lucu yang tidak henti-hentinya menyindir film lamanya (ada kalimat Suicide Squad)

Bagi penggemar Batman anda akan tertawa terbahak-bahak di film ini. Lupakan Batman yang serius seperti di Dark Knight ataupun Ben Affleck sekalipun karena di sini, Batman sangat konyol dan tentu saja pasar film ini adalah anak-anak. Pengisi suara para tokoh juga merupaka aktor terkenal seperti Michael Cera sebagai Robin, Ralph Fiennes sebagai Alfred (anyway Voldemort muncul juga di film ini), Rosario Dawson sebagai Barbara Gordon dan Channing Tatum kembali berperan sebagai Superman.

Mungkin film ini menjadi film Batman dengan rating tertinggi setelah The Dark Night. Pffftt Batman V Superman malah kalah jauh

My Rating
85%

Sunday, February 5, 2017

[REVIEW] Resident Evil : The Final Chapter

Resident Evil The Final Chapter poster.jpg
via : wikipedia

Beneran kan ini terakhir ? Ya kan ? Akhirnyaaa setelah franchise ini pertama kali rilis di tahun 2002, mencapai titik akhir. Setelah 15 tahun berpetualang dengan Alice, dengan berat hati (dan excited) kita harus berpisah dengan dia.

Untuk series terakhir dari film ini, tidak ada hal yang istimewa. Seperti seri sebelumnya, film ini dipenuhi zombie, darah, pistol, dan Umbrella Corporation yang memberi banyak cobaan ke Alice. Saya sejujurnya berharap terlalu banyak untuk series ini. Saya kira series ini akan ditutup dengan epic tapi yah malah jadi datar. Hal ini sangat disayangkan karena Resident Evil merupakan salah satu franchise action yang sangat berpengaruh ditambah dengan promo film ini ke banyak negara.
Cerita datar, monoton dan tidak ada hal spesial namun lucunya film yang ini memiliki rating paling tinggi diantara yang lainnya yaitu... 34%. Kemajuan lah

Alice sebagai heroine bisa dibilang pencetus jagoan wanita di hollywood sebelum lahirnya Katniss, Rey, Tris, dsb. Alice mungkin bisa dibilang 1 angkatan dengan Selene dari Underworld dan Ellen Ripley dari Alien. Mila Jovovich is always a bad-ass woman that save us. Love her !
Untuk penggemar Korea, nantikan kemunculan Lee Joon Gi yang mainnya.. tau sendirilah aktor Asia cuma dikasih porsi seimprit dari film.

Kesimpulannya, nonton aja lah film ini unuk isi waktu luang mupung di bisokop belum ada film bagus lainnya (Lego Batman, Wonderwoman, etc). Apalagi ini kan sudah terakhir. Sekalian sebagai perpisahan dengan ALice dan Umbrella Corporation

My Rating
45%

Sunday, January 29, 2017

[REVIEW] Arrival (2016)


Arrival, Movie Poster.jpg
via : wikipedia

Bagi anda penggemar film alien invasion yang penuh aksi, tembak-tembakan dan ending dengan kemenangan manusia, anda salah jika memilih film ini. Poster dan trailer film ini memang menipu.
Film ini bercerita tentang kedatangan pesawat misterius yang berisi makhluk asing di 12 negara. USA mengutus Dr. Banks (Amy Adams) seorang ahli bahasa untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka.

Awal film ini berjalan dengan lambat dan sekali lagi, tidak ada scene ledakan besar dan bombastis. Hanya ada scene Amy Adams dan Jeremy Renner yang menulis di board dan usaha mereka dalam berkomunikasi. Namun, film ini tidak membosankan. Justru membuat kita tegang dan di bagian ending, terdapat plot twist yang sangat mengejutkan.

Film ini merupakan sci-fi yang menekankan banyak porsi drama. Chemistry antar Amy Adams dan Jeremy Renner dibangun dengan sangat baik. Sangat disayangkan mereka berdua tidak masuk nominasi Oscar walaupun film ini panen nominasi di kategori lainnya.
Arrival adalah film sci-fi segar bagi anda yang bosan dengan tipikal film alien invasion semacam Independence Day, Alien, dan The 5th Wave.

My Rating
85%

Sunday, January 15, 2017

[REVIEW] Two Weeks Notice (2002)

Two weeks notice ver2.jpg
via : wikipedia

Sekitar tahun 2000-an, masa komedi romantsi sedang berjaya. Kita memiliki Hugh Grant, ikon Rom-Com dari Inggris lengkap dengan charm dan aksen seksinya. KIta juga memiliki Sandra Bullock yang selalu menjadi lead actress untuk rom-com dan sepertinya sepanjang era 2000-an (sebelum menjadi Oscar Darling), dia marathon bermain di rom-com.

Lalu bagaimana jika kedua ikon ini disatukan dalam sebuah film ? Secara mengejutkan menjadi manis, seru tapi tetap saja tidak ada hal istimewa
Humor dan drama di sini menjadi tipikal rom-com. Yah kalian tahu lah gimana sih rom-com era 2000-an. Kekuatan film ini bukan pada ceritanya, tapi pada chemistry dan kekuatan akting mereka berdua. Hugh Grant tetap memerankan typical playboy yang bikin cewe gregetan dan Sandra Bullock memerankan heroine yang menaklukan Hugh Grant sang playboy. Bersiaplah, ke depannya akan banyaaakk sekali film tipikal beginian.

Tapi bagaimana pun, namanya juga rom-com, memiliki filosofi jangan terlalu serius dan film ini cocok ditonton untuk bersantai, dan tidak ingin menonton film berat yang diadu di ajang oscar

My Rating
60%

Saturday, January 14, 2017

[REVIEW] Nocturnal Animals (2016)

Nocturnal Animals Poster.jpg
via :wikipedia

Apa yang ada di pikiran anda jika mendengar nama Tom Ford ? Designer ? Yep. Selain bidang fashion, dia juga menguasai bidang film. Pada tahun 2009, dia juga berhasil membuat film A Single Man yang dibintangi oleh Colln Firth dan Julianne Moore. FIlm itu juga membuktikan bahwa Tom Ford dapat membuat film keren sekaligus fashionable
Tahun 2016, dia kembali dengan genre Neo-Noir/Drama dan dibintangi jajaran cast yang sudah sangat familiar.

Film ini bercerita Susan (Amy Adams) yang menerima novel buatan mantan suaminya (Edward) secara mendadak. Isi novel itu mengingatkan Susan atas masa-masa kelam yang pernah mereka lewati. Susan bahkan merasa novel ini adalah bentuk balas denda mantan suaminya.

Setting cerita ini ada dua. Di dunia nyata dan di dalam novel. Jake Gyllenhall bermain sebagai 2 karakter berbeda sekaligus. Sebagai mantan suami Susan dan juga Tony, tokoh di dalam novel yang dibuatnya. Perannya sebagai 2 karakter yang memiliki kepribadian yang berbeda sangat hebat. Aaron Taylor Johnson telah memenangkan Golden Globe untuk kategori best supporting actor atas perannya sebagai pembunuh dan pemerkosa yang psikopat. Harus diakui dia sangat hebat bisa menonjol di antara para cast yang lebih senior dari dia.

Cerita film ini sangat dark, kompleks, suram dan juga memiliki unsur mellow drama. Hal itu juga ditunjang dengan setting yang terkesan sepi dan gelap. Mulai dari dekor rumah Susan yang  di dominasi warna gelap dan setting Texas Barat yang sepi dan berbahaya.
Film ini memiliki pace yang sedikit lambat dan mungkin kurang cocok ditonton untuk anda yang kelalahn karena kemungkinan besar tertidur di awal film

My Rating
70%

Sunday, January 8, 2017

[REVIEW] The Handmaiden (2016)


The Handmaiden film.png
via : wikipedia

*Inhales* *Exhales*
Baik saya sudah tenang, film asal Korea Selatan (yang juga asal SNSD) ini membuat saya mindblowing dan mungkin menjadi salah satu film tahun 2016 terbaik saya tonton. Film ini terlalu bagus untuk dicela, hmm kecuali posternya yang serba minimalis

Pertama, saya akan membahas dari segi cerita. Diangkat dari novel British, Fingersmith, film ini berhasil lepas dari bayang-bayang TV series terdahulunya. Anggap saja film ini memiliki cerita sendiri dan disajikan dengan cara baru. Film ini memiliki durasi 2.5 jam namun tidak akan membuat kita bosan atau mengantuk. Justru kita akan semakin tegang dengan dialog-dialog penuh makna (dan erotis) serta pengembangan karakter para tokoh film ini. Oh ya film ini memiliki tema Lesbian yang cukup unik karena memiliki setting di tahun 1930an. Film ini juga memiliki plot twist yang mindblowing

Kedua Cinematografi. Sutradara Park Chan-Wook menonjolkan ciri khasnya yaitu cinematografi yang indah sekaligus creepy. Suasana film ini sangat suram sehingga menunjang suasana thriller film ini. Ciri khas sutradara Old Boy ini juga, banyak adegan disturbing dan tentunya latar cerita karakter yang memiliki keluarga abnormal. Tentu saja ada adegan yang bikin kita ngilu

Ketiga akting. Astaga... mereka benar-benar totalitas dalam film ini bahkan untuk adegan lesbian sex akan membuat kita ternganga. Saya tidak menyangka Korea Selatan cukup berani juga menyajikannya secara frontal. Tidak hanya adegan sex, akting para pemain yang creepy dan seolah penuh rahasia juga patut diacungi jempol

Film ini minim dengan sound effect apalagi lagu sehingga kita akan konsen 100% di jalan cerita film ini

My Rating
100%