Skip to main content

[REVIEW] Get Out (2017)

Teaser poster for 2017 film Get Out.png
via : wikipedia

Apa jadinya jika kamu diajak ketemu orang tua pacarmu, dan bukannya menjadi akrab justu nyawamu terancam. Kira-kira begitulah inti film ini.

Get Out merupakan film horror dengan ide fresh yang beda dengan film horror lainnya. Film ini menggabungkan issue rasisme, issue yang sedang gencar saat ini, dan psikologi thriller. Tidak ada hantu atau zombie di film ini, hanya ada manusia rasis yang justru jauh lebih mengerikan karena kita memiliki chance besar bertemu merek di dunia nyata.

Get Out dibuka dengan scene yang sangat kekeluargaaan dan atmosfir yang menyenangkan. Tapi lihat setelah 20 menit kemudian. Muncul teror-teror yang menyiksa secara psikologi dan ditutup dengan climax yang bikin kita deg-deg an.

Film ini tidak memiliki twist ending yang mengangetkan. Saya rasa kita sebagai penonton sudah bisa memprediksikan apayang terjadi dari pertengahan film. Namun cerita dan cinematografi yang disajikan menjadi kekuatan film ini. Jika ditelusuri lebih dalam, banyak subtle message di film ini yang membuat film ini semakin cerdas. Para cast di sini berakting dengan sangat baik bahkan hingga ke peran pembantu sekalipun.

Walaupun warga kulit hitam telah bebas dari perbudakan nyaris 200 tahun silam, namun teror terhadap mereka sebagai minoritas masih ada. Kira-kira itulah inti film ini

My Rating
90%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] The Departed

Mungkin film ini adalah satu-satunya film Hollywood adaptasi yang terbaik dan tersukses. Film ini memenangkan penghargaan Oscar sebagai Best Picture dan juga mendapatkan banyak nominasi di ajang perfilman. The Departed diangkat dari film Hongkong berjudul Internal Affair yang diperankan oleh Andy Lau
Synopsis : Colin Sullivan (Matt Damon) anak buah hasil didikan mafia Boston yang paling ditakuti, Frank Costello (Jack Nicholson). Colin dengan sukses masuk ke lingkungan polisi berkat history nya yang bersih serta kemampuannya. Di sini lain, William "Billy" Costigan, Jr (Leonardo Dicaprio) yang benar-benar berniat ingin menjadi polisi mengalami kesulitan saat ingin menjadi polisi karena history keluarganya yang jelek. Hal ini dimanfaatkan oleh Queenan (Martin Sheen) dan Dignam (Mark Wahlberg) untuk menyusup ke lingkungan mafia. William awalnya berhasil menyusup dengan lancer begitu juga dengan Colin. Karirnya yang terus berkembang menjadikannya orang kepercayaan di kepolisian. H…

[REVIEW] Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby (2006)

I know mungkin saya terlalu bias dengan film Will Ferrell. But seriously, I enjoy his films.
Sinopsis : Ricky Bobby (Will Ferrell) pembalap NASCAR yang memiliki prestasi yang luar biasa, memiliki istri yang cantik, sahabat yang setia dan fans yang banyak. Namun semua itu berubah ketika dia dikalahkan oleh Jean Girard (Sacha Baron Cohen) dan kecelakaan menimpanya. Ricky harus berjuang mengatasi traumanya terhadap dunia balap dibantu ayahnya yang selama ini absen dalam kehidupan Ricky.
Will Ferrell mengawali karirnya sebagai cast Saturday Night Live. Bahkan dia menjadi ikon di acara itu. Tidak heran karya-karyanya saat ini kebanyakan bertema comedy. Will Ferrell sering membuat sebuah character yang lucu dan mempunya ciri khas tersendiri sehingga melekat di hati para penonton. Contohnya Ron urgundy di Anchorman. Ricky Bobby tidak sesukses Ron Burgundy, namun dia cukup menarik perhatian penonton.
Alur cerita dari film ini tidak ada yang special. Hal yang ditonjolkan dari film ini adalah c…

[REVIEW] Basic Instinct (1992)

Genre film ini adalah Erotic-Thriller. Jika dalam bahasa Indonesia, thriller erotis dan lebih terdengar sebagai genre film horor semi porno yang dibintangi para penyanyi dangdut bertubuh bohay.
Mungkin di Amerika sendiri, genre ini termasuk tabu karena kebanyakan plot genre ini terbilang payah dan mungkin para penonton hanya mencari adegan erotis saja.
Bisa dibilang Basic Instinct adalah film yang bisa dibilang lumayan beradab untuk ditonton.

Plot dan jalan ceritanya cukup seru, menegangkan dengan plot twist di ending sekalipun yah, adegan sex nya tidak pada tempatnya. Walaupun review dari para kritikus tidak begitu baik, film ini sangat sukses di box office. Film ini mendapat cacian dari kelompok LGBT masa itu karena penggambaran karakter Lesbian yang berlebihan. Menurut saya, tuduhan ini tidak masuk akal. Mungkin kelompok itu belum lihat bagaimana film Indonesia menceritakan karakter LGBT dengan lebay dan menjijikan.

Performa Sharon Stone sama iconic apalagi scene interview yang m…