Skip to main content

[REVIEW] Flightplan (2005)

Flightplan.jpg
via:wikipedia
Tahun 2005, Jodie Foster, salah satu aktris yang telah memenangkan Oscar bermain di film thriller dengan setting di dalam pesawat
Sinopsis :
Airplane engineer, Kyle Pratt menempuh perjalanan menuju Jerman menggunakan pesawat setelah kematian suaminya yang jatuh dari atap rumahnya. Saat Kyle terbangun dari tidurnya dia menyadari putrinya tidak ada disampingnya. Kyle mencari ke seluruh bagian pesawat serta meminta tolong Pilot dan Staff pesawat lainnya dalam mencari putrinya. Namun, para staff seperti enggan membantu Kyle dan mereka mengatakan bahwa sebenarnya anak Kyle tidak pernah naik pesawat bersama Kyle alias dia tidak ada di pesawat.

Jodie Foster hampir di setiap perannya menjadi `a woman that you never want to trouble with’. Ciri khasnya adalah menjadi wanita tangguh dan kuat seperti Clarice Sterling di film Silence of The Lambs (which is gave her an Oscar). Acting Jodie Foster sebagai seorang ibu sangat bagus di film ini.
Dari sisi jalan cerita, ketegangan dibangun dengan baik. Setting film hanya di pesawat yang dipenuhi banyak orang dengan area yang sempit. Film ini berjalan dengan sangat bagus walaupun setting hanya di satu tempat. Konflik tidak hanya seputar karakter Kyle, namun juga melibatkan penumpang lainnya.

Suasana thriller dimulai dari hilangnya anak Kyle hingga ending. Pada awal cerita Kyle masih mencari dengan santai, kemudian melibatkan para kru hingga seluruh penumpang pesawat hingga terungkap alasan dibalik hilangnya anaknya. Menurut saya, ending dari film ini cukup dipaksakan agar menjadi twist ending. Mungkin ending twist ini sama buruknya dengan ending Now You See Me

My Rating
71%


Oh my Gosh !! Ada Matt Bomer !! Matt Bomer yang bermain sebagai Neal Caffrey di White Collar !! Di film ini dia berperan sebagai pramugara dengan scene yang sangat sedikit. 

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...