Skip to main content

[REVIEW] Lego Batman Movie (2016)

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/61/The_Lego_Batman_Movie_PromotionalPoster.jpg
via : wikipedia

Everything is awesome... Everything is cool when you're part of the team...




Jika mendengar kata lego, selain mainan yang harganya menjulang, tentu saja lagu itu yang menjadi OST Lego Movie tahun 2014 silam. Karakter Batman yang dark, serius namun konyol dan aneh dibuat spin-off sendiri. Mungkin terkesan 'cari duit' banget kalau sebuah karakter dibuat film solo (sorry Minion) tapi siapa sangka kalau film ini lucu dan begonya hampir menyamakan Lego Movie.

Datang dari detik pertama film ini karena openingnya pun tidak luput dari komentar-komentar Batman ala suara seraknya. Jokes-jokes di film ini dipenuhi spoof dari film-film Batman lainnya. Seperti kata Alfred, dari film 1989, 1992, 1995, 1997, 2005, 2008, 2012, 2016 dan teraneh di tahun 1960. Semua film itu serasa disatukan dan dijadikan jokes. Banyak easter egg dari film-film itu seperti semprotan hiu di serial 1960an, adegan-adegan iconic di film-film sebelumnya, lalu dialog lucu yang tidak henti-hentinya menyindir film lamanya (ada kalimat Suicide Squad)

Bagi penggemar Batman anda akan tertawa terbahak-bahak di film ini. Lupakan Batman yang serius seperti di Dark Knight ataupun Ben Affleck sekalipun karena di sini, Batman sangat konyol dan tentu saja pasar film ini adalah anak-anak. Pengisi suara para tokoh juga merupaka aktor terkenal seperti Michael Cera sebagai Robin, Ralph Fiennes sebagai Alfred (anyway Voldemort muncul juga di film ini), Rosario Dawson sebagai Barbara Gordon dan Channing Tatum kembali berperan sebagai Superman.

Mungkin film ini menjadi film Batman dengan rating tertinggi setelah The Dark Night. Pffftt Batman V Superman malah kalah jauh

My Rating
85%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...