Skip to main content

[REVIEW] Jack Reacher : Never Go Back (2016)




Jack Reacher Never Go Back poster.jpg
via : wikipedia

Jadi begini ceritanya, sebenarnya banyak film lain di bioskop yang sedang main seperti The Accountant, Bridget Jones, Inferno. Tapi berhubung saya kalah suara dengan teman saya, maka film inilah saya tonton.
Baiklah, film ini benar-benar film khas tipikal Tom Cruise dimana dia disorot habis-habisan sebagai tokoh utama. Lihat saja posternya dari Jack Reacher 1. Mungkin daripada never go back again, judulnya lebih baik diganti "Jack Reacher : Your Typical Tom Cruise Movie"

Mungkin karena terlalu sering nonton film Tom Cruise ber genre action, saya bahkan lupa kalau film yang saya tonton ini judulnya Jack Reacher, bukan Mission Impossible. Jack Reacher yang jago berantem, cerdas dan tidak pernah kalah umpamanya seperti Ethan Hunt tanpa gadget dan tim.

Untuk segi cerita, cukup lemah. Entah saya sedang lemot atau bagaimana, banyak adegan dengan penceritaan terlalu cepat dan setting perpindahan yang 'melompat-lompat'. Cukup bikin pusing sih. Jika dibandingkan dengan Mission Impossible yang kemarin tayang, yah film ini jauh sekali. Tapi saya cukup terhibur dengan adegan action yang menegangkan di sini.

Selain Tom  Cruise, jangan lupakan Cobie Smulders di film ini. Oh ya, mungkin yang tidak akrab dengan namanya, dia adalah Maria Hill di Avengers dan Robin Robin Scherbatsky di series How I Met Your Mother. Aktingnya sebagai wanita tangguh adalah salah satu bagian yang baik di film ini. Tapi sebagai penggemar HIMYM setia, entah kenapa selalu terlintas wajah Robin Sparkles dan semua jokes Kanada. Errrr. Tapi  setidaknya ada eye candy lain di film ini selain Tom Cruise

My Rating
40%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...