Skip to main content

[REVIEW] Game Change (2012)


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/a/af/Game_Change_2012_poster.jpg/220px-Game_Change_2012_poster.jpg
via : wikipedia

Jadi, sebelum USA penuh kehebohan dengan Trump dan Hilary dan entah kenapa menjadi fenomenal dunia, well duh ! Of course because it's USA pada tahun 2008 saat pemilihan presiden yang memenangkan anak Menteng kesayangan Indonesia a.k.a Obama, terjadi kampanye tidak sehat dari John McCain dan Sarah Palin

Sebelum menonton film ini, saya hanya tahu Sarah Palin hanyalah gubernur Alaska dengan anaknya yang masih remaja dan hamil di luar nikah. Jika Sarah Palin adalah orang Indonesia, sudah pasti dia mendapat caci maki. Jangankan mencalonkan diri, mungkin media sosialnya akan penuh dengan caci maki sana sini.

Menonton film ini serasa menonton film dokumenter ditambah dengan sedikit dramatisasi. Julianne Moore selain dengan kemiripan fisik, dia bisa memerankan Sarah Palin dengan sempurna. Mungkin pesan moral dari film ini, karisma saja tidak cocok untuk menjadi pejabat. diperlukan pengetahuan yang luas serta kemampuan bekerja sama. Oh satu lagi, tidak hanya Indonesia, Amerika juga cinta dengan 'bintang politik'. Obama fenomenal sebagai calon presiden African-American dan Sarah fenomenal dengan kehidupan personal serta interview nya yang terlihat cukup menydihkan.

Kampanye hitam serta rasis di Amerika digambarkan dengan sangat gamblang. Layaknya kampanye Presiden dan Pilkada di Indonesia. Jika orang bilang orang bule memiliki sikap yang lebih dewasa dari Indonesia, well tidak juga bahkan Sarah Palin dengan gamblangnya mengatakan bahwa Obama adalah teroris. Apakah dulu Jokowi dan Prabowo saling gamblang menghina satu sama lain di pidato publik ? Tidak juga sih kalau dipikir.

Walapun film ini bergenre political drama, kita tidak akan bosan dengan istilah politik membingungkan atau apapun, justru film ini berjalan dengan pace yang cepat. Dan Sarah Paulson di sini sangat cantik dan tidak memerankan karakter aneh seperti di American Horror Story.

My Rating
80%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Transformers : The Last Knight

via : wikipedia Dari hari pertama rilis dan pengalamn dari film-silm sbeelumnya, memang sebaiknya tidak usah ekspektasi tinggi-tinggi untuk film ini. Tapi, saya tidak menyangka kalau film yang dirilis dengan promo gila-gilaan seperti ini justru hasilnya hancur sehancur-hancurnya. Masih teringat pertama kali saya nonton Transformers pertama di tahun 2009, efek dan cerita yang sangat fresh menjadikan franchise ini sangat sukses dan menaikkan penjualan mainan hingga dibuat arena sendiri di universal studio. Sekarang, mendengar kata Transformer justru terbayang cerita tak karuan, full ledakan dan rating hancur. Baiklah, jadi di film ini bercerita tentang ..... HA ! Saya lupa ! Intinya sama seperti seri sebelumnya, Autorobot dimusuhi oleh militer, Militer menyerang Autorobot, muncul Megatron, Bee dan Optimus Prime menjadi aktor utama, ledakan dimana-mana dan manusia kecil berlarian dengan sengaja di antara para robot. Sepanjang film banyak sekali plot hole dimana-mana dan makin dipik...