Skip to main content

[REVIEW] Bed Time Stories (2008)

Bedtime stories.jpg
via:wikipedia
Once upon a time, sebelum Adam Sandler bermain di film gagal, dia pernah membintangi film keluarga yang cukup bagus dan mencetak kesuksesan di Box Office

Sinopsis :
Skeeter Bronson (Adam Sandler) seorang tukang di hotel yang dulu didirikan oleh ayahnya namun diambil alih oleh seorang konglomerat. Suatu hari, dia harus menjaga kedua keponakannya. Agar keponakannya dapat tidur dengan nyenyak dia membacakan bedtime stories. Namun, ternyata bedtime stories yang diceritakan, menjadi kenyataan.

Film dibuka dengan narasi yang indah seperti film Disney. Karena ini film keluarga, tentu saja plot cerita sangat ringan dan mengajarkan betapa pentingnya sebuah keluarga. Film ini sangat menyenangkan jika ditonton dari sudut pandang anak kecil. Fantasi yang diceritakan sebelum tidur direka ulang dengan banyaknya efek dan warna warni.

Adam Sandler mampu berperan sebagai nice uncle yang disayangi oleh keponakannya. Saat ini Adam Sandler sering berakting di film comedy keluarga namun dengan dirty joke. Film ini memiliki kekurangan yaitu saat climax dan problem solving. Terkesan `terlalu mudah’ dan `terlalu dipaksakan’ sehingga waktu mencapai ending ? kita hanya akan berpikir “that`s it ? Come on !”. Penyelesaian yang terlalu mudah juga terkesan tidak masuk di akal

My Rating
62%


OST akhir film don’t stop believing yang dinyanyikan Journey sangat epic

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...