Skip to main content

Alasan Mengapa Taron Egerton Tepat untuk New Spiderman

via:marvel.com

Setelah nonton Kingsman, dan jatuh cinta dengan Eggsy, saya baru kepikiran. Kenapa ga dia aja yang jadi Spiderman ?


via:screenrant.com

Tanpa mengurangi rasa hormat dan kagum kepada Andrew Garfield, sekarang kan sedang beredar rumor kalau Andrew bakalan digantikan karena Spiderman telah ‘kembali’ ke Marvel. Walaupun isu yang beredar belum tentu benar, tak ada salahnyakan kita coba memprediksi calon the new spiderman ?

Saat ini pilihan saya jatuh ke Taron Egerton. Pria dengan  Kelahiran 10 November, 1989 Aberystwyth, United Kingdom ini memiliki tinggi badan 173 cm. Dia memenangkan  Stephen Sondheim Society ‘Student Performer of the Year' 2011, punya suara tenor yang bagus and specialises in stage combat. Cocok banget kan buat jadi Spiderman.

via: unitedagents.com

Dari opini saya, Taron ini pas banget karena di Kingsman dia tengil banget dan parkour nya keren. Mungkin menjadi superhero seperti spidey bukan masalah buat dia. Selain itu, ada beberapa scene dimana dia merasa insecure dan disitu saya berpikir kalau dia cocok untuk menjadi sosok Peter Parker. Mungkin terlalu cepat menilai dia cocok menjadi Peter Parker dari hanya satu film action, tapi tidak ada salahnya kan.

Oh ya, 25 September nanti dia dan Tom Hardy akan beraking bersama sebagai gangster di The Legend.

Fun fact : Mark Millar, the writer of The Secret Service comic book mendukung Taron menjadi Spidey dengan ngetweet  #taron4spidey. Colin Firth yang menjadi lawan main sekaligus mentor akting Taron di Kingsman menyatakan bahwa Taron sudah berakting dengan incredible dan Kingsman akan menjadi tahap awal yang penting untuknya.

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...