Skip to main content

[REVIEW] Blue Jasmine (2013)


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/3/3f/Blue_Jasmine_poster.jpg
 Film ini sebenarnya sudah ada di hardisk saya sejak lama. Ini juga saya nonton film ini waktu jam kerja di kantor (bukan karyawan teladan). Saya pikir ini hanya drama cengeng ala film Oscar walaupun saya tahu kalau Cate Blanchett memenangkan Oscar untuk akrtis terbaik, cuma dulu mungkin karena kurang promo atau hype, jadi kurang menarik minat saya untuk menonton.

Setelah saya tonton ternyata UWOOOWWW (ini beneran, ga lebay, serius ini reaksi saya). Blue Jasmine merupakan salah satu film dengan akting natural dari para cast nya. Lengkap dengan cinematografi khas Woody Allen yang didominasi warna coklat.

Cate  Blanchett berperan sebagai Jasmine, sosialita New York yang jatuh miskin setelah suaminya ditangkap atas kasus pencurian uang. Harta Jasmine habis semua dan dia terpaksa tinggal menumpang di rumah adiknya yang dulu dia hina sebagai kalangan jelata. Jasmine masih belum menerima kehancurannya dan dia berusaha mengembalikan kejayaannya.

FIlm ini memiliki alur maju mundur. Setting yang diambil adalah saat Jasmine masih kaya dan Jasmine yang menjadi miskin. Saya sangat memuji akting Cate Blanchett yang menjadi toko sentris di film ini. Dia bisa memerankan Jasmine yang sombong dan berhura-hura dengan kekayaannya dan dia juga bisa menjadi Jasmine yang hampir gila dan masih menikmati gaya hidup mewah sekalipun tidak memiliki uang.

Cerita juga menjadi salah satu kekuatan film ini. Persis dengan keseharian para kaum sosialita New York dan juga pekerja dari kalangan menengah ke bawah. Kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat juga ditampilkan di film ini. Woody Allen dengan segala kontroversinya menyjikan film dengan jalan cerita simpel dan cinematografi yang indah


My Rating
80%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...