Skip to main content

[REVIEW] Power Rangers (2017)

Power Rangers (2017 Official Theatrical Poster).png
via : wikipedia

Beberapa tahun belakangan ini, berseliweran rumor mengenai dibuatnya film Power Rangers. Mulai dari fan-made trailer, fan poster hingga dibuat unofficial short movie.

Pada tahun 2017, semuanya terealisasi menjadi sebuah film utuh dan menurut saya (serta para fans) surprisingly cukup awesome. Untuk sinopsisnya, semua juga pasti sudah tau. 5 remaja terpilih menjadi Power Rangers untuk melindungi dunia. Tontonlah tanpa memikirkan kompleksitas cerita. Kosongkan otak anda, perluas imajinasi anda seperti anak kecil yang bangun dengan semangat jam 10.00 pagi untuk menonton aksi mereka di TV.

Film ini menekankan origins dari para Ranger seperti asal mula mereka, kepribadian mereka serta isu-isu remaja seperti autisme dan LGBT walapun hanya sekilas dibahas. Cukup disayangkan karena akan membuat film ini semakin menarik. Berbeda dengan di versi TV, para Rangers ini justru sekumpulan remaja yang berkumpul di kelas detensi dan menjalani hari mereka dengan bosan. Hal yang menarik dari film ini, adalah adanya latihan dari para Rangers sebelum berubah dan kesulitan mereka awal-awal mengendarai Zord. Hal yang tidak kita temukan di versi TV.

Walaupun para Rangers diperankan oleh remaja pendatang baru, para supporting actor di sini merupakan aktor yang 'memiliki nama' seperti Bryan Cranston sebagai Zordon, Elizabeth Banks sebagai Rita Repulsa dan suara Aplha diisi oleh Bill Hader. Akting para Rangers tidak bisa dinilai bagus luar biasa, namun cukup oke sebagai pendatang baru.

Jangan keluar bioskop dulu karena ada middle-credit scene yang pasti berhubungan dengan sekuel. Saya berharap film ini sukses secara komersil dan akan dibuatkan sekuel. Satu lagi, jangan membandingkan film ini dengan Fantastic Four 2015. Film ini jauh lebih awesome.

My Rating
70%




Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...