Skip to main content

[REVIEW] Magic Mike XXL (2015)

Magic mike xxl.jpg
via : wikipedia

Jadi kapan lagi para wanita dapat melihat para pria keren menari striptease ?


Sinopsis :

Mike Lane (Channing Tatum) yang telah pensiun dalam striptease selama 3 tahun kembali beraksi dengan teman-temannya di Myrtle Beach.


Di film ini, 2 cast utama di film sebelumnya Dallas dan The Kid yang diperankan Matthew McConaughey dan Alex Pettyfer dihilangkan dari cerita. Walaupun begitu, cast lainnya mampu menggantikan posisi mereka. Karakter Ken (Matt Bomer) dan Big Dick Richie (Joe Manganiello) dibahas secara mendalam setelah di film sebelumnya hanya tampil sedikit. Namun sangat disayangkan, karakter yang hilang di film kedua tidak diceritakan secara rinci. 


Admit it girls, kalian nonton film ini hanya ingin melihat biceps dan abs dari para pemain dan aksi striptease mereka. Dari sisi cerita, film ini seperti tidak memeliki cerita yang jelas. Dari awal hingga akhir, tidak ada konflik atau premis yang jelas mengenai film ini. Cerita di film ini sangat datar dan membosankan. Banyak dialog yang tidak berarti dan acting yang kaku dari para pemain pendukung. Untuk sekuel ini, sepertinya mementingkan adegan striptease yang saya akui lebih banyak dan lebih bagus dari seri sebelumnya.


Selain pertunjukan striptease, kekuatan dari film ini adalah lagunya. Selain Pony yang menjadi ciri khas film ini, banyak ost lain yang tentu saja mengenai sex. Matt Bomer menyanyikan Heaven dengan sangat bagus. Yep membuat para wanita meleleh. 


Magic Mike, layaknya penari striptease, cerita tidak penting. Hal terpenting adalah bagaimana para cast pria yang tampan membuka baju mereka, menari sexy dan membuat wanita horny. 


My Rating

40%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...