Skip to main content

The Green Mile

The words Tom Hanks, a prison guard looking to the distance, below the words The Green Mile, in the middle of the words, a small silhouette of a big man and small man walking towards a light.
via : wikipedia

Try not to cry.. Try not to cry... Ga boong film ini sedih bangeettt. Mengharukan *snif*. Oke langsung aja sinopsis nya deh hiks


Sinopsis : Paul Westcomb (Tom Hanks) seorang sipir blok E bagian hukuman mati kedatangan narapidana baru bernama John (Michael Clarke Duncan) dengan tinggi hampir 2 Meter dan berkulit hitam. Dia didakwa atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan 2 anak gadis di bawah umur. Yang menarik, John sangat lembut, tenang, sopan dengan tutur bicara yang sangat baik. Selain itu, dia juga takut gelap dan mudah menangis. Konflik tak hanya berkisar John saja, namun juga karena ulah sipir muda dan jahat bernama Percy yang masuk karena koneksi dengan Governor.


Well, terus terang saya tak bisa berkata apa-apa dengan film ini saking memukaunya. 188 menit terhitung durasi yang panjang namun percayalah. Tidak akan terasa. Kita akan terpukau dengan ceritanya, sudut pandang terdakwa yang akan dieksekusi, perasaan sipir saat akan melakukan eksekusi di kursi listrik, kita akan merasa benci sebenci-bencinya sama sipir Percy dan akan merasa sayang dan simpatik sama John. Beneran deh ini film campur aduk plus ada beberapa adegan lucu karena tikus yang berkeliaran di penjara. Alur cerita sangat amat bagus dan ditutup dengan ending yang akan membuat kita banjir air mata. Banyak pesan moral yang bisa ditangkap dari film ini. Film ini sudah sepatutnya mendapat banyak nominasi dan penghargaan.
My rating :
98%


Bonus:

Michael Clarke Duncan bener-bener jadi pria yang luarnya heavy metal, dalem hatinya heavy rotation atau badan security, hati hello kitty. Btw, dia dah meninggal, dunia hiburan akan terus mengenang karyanya

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...