Skip to main content

[REVIEW] The Handmaiden (2016)


The Handmaiden film.png
via : wikipedia

*Inhales* *Exhales*
Baik saya sudah tenang, film asal Korea Selatan (yang juga asal SNSD) ini membuat saya mindblowing dan mungkin menjadi salah satu film tahun 2016 terbaik saya tonton. Film ini terlalu bagus untuk dicela, hmm kecuali posternya yang serba minimalis

Pertama, saya akan membahas dari segi cerita. Diangkat dari novel British, Fingersmith, film ini berhasil lepas dari bayang-bayang TV series terdahulunya. Anggap saja film ini memiliki cerita sendiri dan disajikan dengan cara baru. Film ini memiliki durasi 2.5 jam namun tidak akan membuat kita bosan atau mengantuk. Justru kita akan semakin tegang dengan dialog-dialog penuh makna (dan erotis) serta pengembangan karakter para tokoh film ini. Oh ya film ini memiliki tema Lesbian yang cukup unik karena memiliki setting di tahun 1930an. Film ini juga memiliki plot twist yang mindblowing

Kedua Cinematografi. Sutradara Park Chan-Wook menonjolkan ciri khasnya yaitu cinematografi yang indah sekaligus creepy. Suasana film ini sangat suram sehingga menunjang suasana thriller film ini. Ciri khas sutradara Old Boy ini juga, banyak adegan disturbing dan tentunya latar cerita karakter yang memiliki keluarga abnormal. Tentu saja ada adegan yang bikin kita ngilu

Ketiga akting. Astaga... mereka benar-benar totalitas dalam film ini bahkan untuk adegan lesbian sex akan membuat kita ternganga. Saya tidak menyangka Korea Selatan cukup berani juga menyajikannya secara frontal. Tidak hanya adegan sex, akting para pemain yang creepy dan seolah penuh rahasia juga patut diacungi jempol

Film ini minim dengan sound effect apalagi lagu sehingga kita akan konsen 100% di jalan cerita film ini

My Rating
100%

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] 47 Meters Down (2017)

via : wikipedia Dengan banyaknya film yang rilis pada musim panas, 47 Meters Down bisa dibilang kuda hitam dan tidak disangka menerima ulasan dan penghasilan yang bisa dibilang tidak buruk. Hal ini bisa dibilang cukup baik mengingat budget film ini tentu tidak spektakuler seperti Transformer atau Spiderman. Genre film ini adalah horor survival yang idenya sendiri mirip-mirip dengan The Shallows  yang dibintangi oleh Blake Lively, sama-sama melibatkan hiu dan perjuangan untuk selamat. Walaupun sama-sama di laut, setidaknya Blake Lively bisa bernafas bebas dengan oksigen dan para karakter di 47 Meters Down harus menghadapi hiu, kedalamn laut yang membahayakan dan tentunya oksigen yang terbatas. Untuk sinopsis, agaknya sudah cukup jelas tentang apa film ini dari posternya. Film ini dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Walaupun mereka memakai alat menyelam dan ekspresi wajah mereka tidak ditampilkan, akting mereka bisa dibilang keren walau hanya bermodalkan dialog yang...

[REVIEW] Spider-Man : Homecoming (2017)

via : wikipedia Lihat poster itu, berantakan, kan ? Seolah-olah para tokoh ditumpuk sembarangan dan kenapa muka Robert Downey sangat besar dan ada Iron Man yang hampir mendominasi poster ? Seolah-olah Marvel tidak PD kalau film ini akan bagus secara critical atau secara komersial. Sama seperti ekspektasi saya saat pertama kali melihat trailer film ini Tapi ternyata film ini jauh melampaui ekspektasi saya. Film dibuka oleh Vlog ala Spiderman saat bertarung di Civil War kemudian lompat ke beberapa bulan saat Peter Parker kembali ke kehidupan remajanya. Spiderman yang kembali ke Marvel menyerap semua ciri khas film Marvel yaitu fun dan humor. Humor di sini mengingatkan kita pada jokes di Ant-Man dan Guardian of Galaxy. Untunglah tidak diceritakan ulang mengenai asal usul Spiderman dan kematian Uncle Ben yang bisa-bisa membuat kita bosan akan cerita klasik itu yang sudah diulang berkali-kali, justru Aunt May yang sangat cantik menjadi salah satu pusat perhatian di film ini. Jelas ...

[REVIEW] Hidden Figures (2016)

via : wikipedia Diangkat dari kisah nyata, 3 orang wanita kulit hitam yang bekerja di NASA dan memiliki kunci penting dalam perkembangan proyek luar angkasa. Mereka tidak hanya harus bertarung dengan warna kulit putih, namun juga bertarung dengan banyaknya pria kulit putih yang mendominasi NASA. Taraji P Henson yang biasa kita lihat keren di Empire  berubah drastis menjadi seorang nerd yang ambisius. Cerita film ini tidak hanya berpusat kepada Katherine Johnson yang diperankan Taraji P Henson, namun juga kedua temannya Dorothy Vaughan yang diperankan Octavia Spencer dan juga Mary Jackson yang diperankan Janelle Monae. Mereka bertiga mampu emmerankan wanita yang cerdas dan tidak bergantung pada pria. Banyak isu rasisme dan feminisme yang diangkat di film ini.Film ini menggambarkan betapa kejamnya perlakuan diskriminasi kepada kamu kulit hitam (pemisahan tempat duduk, toilet dan hak pendidikan). Kamu wanita juga dianggap hanya akan bekerja di dapur dan tidak berhak memiliki ...